Bisnis franchise memiliki cara kerja yang sederhana. Hubungannya adalah antara pemilik franchise dan mitranya. Tergantung Anda ada di sisi mana, apakah pemilik atau pengusaha yang ingin membeli brand franchise. Dalam kesempatan kali ini waranesia ingin mengulas tentang tata cara atau proses yang harus dilalui seseorang jika ingin melakukan perjanjian waralaba dengan pemilik kekayaan intelektual.

 

6 Proses atau Cara Kerja Waralaba

Sebagai sebuah usaha yang potensial, tentunya franchise memiliki cara kerjanya tersendiri. Yang pasti, karena landasannya adalah kemitraan, maka pola kerja tersebut diusahakan agar menguntungkan semua pihak. Pada dasarnya ada dua proses yang sering digunakan dalam proses waralaba, yaknik memilih mitra kerja dan juga proses menjalankan usaha. Begini cara kerja waralaba:

1. Standart Pemilihan

Proses yang pertama adalah franchisor melakukan standarisasi terhadap calon penerima franchise. Diterima atau tidaknya kontrak waralaba yang kita ajukan sangat ditentukan oleh pemilik waralaba, karena bagaimanapun mereka adalah pihak yang memiliki hak kekayaan intelektual.

Beberapa hal yang menjadi acuan disini biasanya adalah karakter anda sebagai calon penerima, bagaimanapun pemilik waralaba pasti tidak mau memberikan usahanya begitu saja.

Dua hal lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan keuangan dan juga sisi teknis terkait usaha, apakah kontrak kerjasama itu memungkinkan untuk dilakukan atau tidak.

2. Kontrak Kerja Sama

Nah, poin ini sangat penting untuk dipahami. Kontrak kerja sama bisa dikatakan sebagai panduan usaha. Anda sebagai mitra, harus menjalankan semua standar operasi yang ditentukan oleh pemilik franchise. Dalam kontrak tersebut pun, ada klasul tentang durasi kerja sama yang akan dijalankan.

Masih dalam kontrak perjanjian kerja sama, ada juga poin tentang besaran modal atau investasi yang harus Anda keluarkan. Di sinilah keuntungan menjadi mitra. Dengan nominal tertentu, Anda tak akan lagi dipusingkan dengan hal-hal berbau mendirikan pondasi usaha.

3. Memberikan Edukasi

Jika kontrak kerjasama berjalan dengan lancar, proses yang selanjutnya adalah pemberian edukasi yang dilakukan oleh pemberi waralaba kepada penerima. Disini proses transfer pengetahuan terkait usaha dilakukan, tidak hanya kepada pemilik, beberapa usaha ada juga yang menyertakan para karyawan yang ikut menjalankan usaha tersebut.

Seperti yang kita ketahui bahwa menjalankan usaha bukan perkara yang mudah, memahami materi bisnis merupakan salah satu hal krusial yang menentukan akan berjalan kearah mana bisnis tersebut. Maka dari itu, proses edukasi adalah tahap persiapan yang sangat penting.

4. Program Dukuangan

Disinilah enaknya melakukan waralaba, dalam menjalankan usaha kita akan memiliki mentor yang sudah tidak perlu diragukan lagi kredibilitasnya, karena ia adalah orang yang menemukan dan menjalankan sendiri usaha tersebut.

Bimbingan pengembangan ini juga sering disebut sebagai program dukungan, dimana kamu sebagai calon penerima waralaba akan mendapatkan beberapa dukungan terkait produksi, pemasaran, cara mengatasi masalah, dan masih banyak lagi lainnya.

5. Program Pengembangan

Selanjutnya ada program pengembangan yang akan dilalui oleh seorang calon penerima waralaba dimana ini adalah bagian dari strategi pemberi waralaba agar usaha yang dijalankan mitranya bisa bersaing dan terus bertahan lama.

Program biasanya mencakup keseluruhan dimulai dari pengembangan produk, layanan, cara pemasaran, dan juga hal lain yang berhubungan teknologi pembantu.

6. Program Pembinaan Hubungan

Dan yang terakhir adalah program untuk membina hubungan antara pemberi waralaba dan juga penerimanya. Jenis program yang dilalui juga berbeda-beda, tergantung bagaimana pemberi waralaba mendesainnya.

Biasanya program pembina hubungan ini didalamnya ada pemberian royalty, silaturahmi, pemberian reward, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, demikianlah cara kerja waralaba atau franchise yang umum dijalankan di Indonesia. Dengan mengetahui beberapa hal tadi, semoga Anda mendapatkan secercah kejelasan tentang pola bisnis ini. Harapannya tentu supaya Anda tidak salah emmilih franchise, dan dapat memaksimalkan modal awal menjadi sebuah keuntungan.