Menjalani bisnis tanpa modal pengetahuan dan pengalaman dewasa ini bukan hal yang mustahil lagi.  Adalah bisnis franchise yang membantu pebisnis pemula di Indonesia untuk membangun jaringan bisnis dan mengumpulkan keuntungan dalam jumlah besar. Bisnis franchise menjadi jembatan bisnis terutama bagi pelaku usaha yang kesulitan atau kurang berani membangun bisnis dari nol.

Faktanya melalui sistem franchise, banyak pebisnis pemula Indonesia yang meraup omzet hingga puluhan juta per bulannya. Yang perlu Anda lakukan cukup memilih franchise terbaik entah dari kualitas produknya maupun dari popularitas brand.

Contoh Bisnis Franchise Terbaik Di Indonesia

Sebagai referensi untuk membantu pelaku bisnis pemula tanah air. Simak beberapa model bisnis franchise Indonesia terbaik berikut ini:

1. Indomaret

Di urutan pertama contoh model bisnis franchise dengan target marketing paling luas adalah Indomaret. Franchise ini berhasil membuktikan popularitasnya, kurang lebih terdapat 14.033 gerai toko Indomaret yang tersebar di seluruh tanah air. Keunikannya, 32% hak kepemilikan dari Indomaret tersebut adalah milik terwaralaba.

Mereka yang memutuskan untuk bermitra dengan Indomaret umumnya tergiur dengan omzetnya yang mencapai Rp. 175 juta/bulan. Jumlah tersebut masih angka minimal, karena omzet bisa terus naik bahkan mencapai lebih dari Rp. 225 juta.

Anda yang tertarik untuk menyimpan dana investasi dengan skema take over wajib mengumpulkan dana sekitar Rp. 600 juta. Bila ingin yang lebih ringan, siapkan dana Rp. 394 juta untuk skema gerai baru di luar lokasi.

2. Kebab Baba Rafi

Orang Indonesia suka sekali melakukan eksplorasi kuliner, ketika kebab masuk ke tanah air makanan ini menjadi sangat populer. Saking populernya bahkan ada pengusaha yang mendirikan Kebab Baba Rafi.

Bila ditilik lebih dalam, franchise ini bukan hanya yang terbaik tapi juga berkualitas. Kebab Baba Rafi mampu bertahan dari perkembangan kuliner di tanah air, mengingat mereka mulai bisnis franchise sejak 2005. Penggemar Kebab Baba Rafi seakan-akan tidak pernah habis bahkan semakin banyak setiap harinya.

Untuk memulai bisnis franchise ini, dana yang harus disediakan jauh lebih ringan daripada franchise Indomaret yakni sekitar Rp. 75 juta.

3. Warunk Upnormal

Bagi yang suka hangout bersama teman-teman, tempat ini tentu bukan tempat yang asing. Produk utama yang dijual di Warunk Upnormal adalah mie instan dan kopi. Racikannya dibuat seunik dan semenarik mungkin dengan segmen anak muda.

Dana investasi yang harus disiapkan jika tertarik untuk memulai bisnis Warunk Upnormal sekitar Rp. 2.5-5 miliar. Modalnya memang besar, tapi keuntungan per bulannya tidak kalah besar. Jadi, Anda tidak perlu khawatir akan membutuhkan waktu lama untuk balik modal.

4. Sabana Fried Chicken

Masih seputar franchise makanan yang selanjutnya adalah franchise ayam goreng. Sebelum kehadiran Sabana Fried Chicken disadari oleh masyarakat, franchise fried chicken masih dipopulerkan oleh franchise luar negeri seperti KFC.

Meskipun keberadaan KFC masih sangat eksis di Indonesia, pelanggan setia Sabana Fried Chicken tidak bisa dibilang sedikit. Buktinya, omzet bulanan yang mereka peroleh sekitar Rp. 20 juta. Sementara untuk modal bermitra dengan Sabana Fried Chicken, Anda hanya perlu menyiapkan budget Rp. 16.7 juta.

Rasa ayam goreng dari Sabana Fried Chicken memang tidak kalah dengan rasa ayam goreng khas KFC. Tidak heran jika pelanggan Sabana Fried Chicken sangat banyak, apalagi harga paket ayam termasuk nasi dipatok super terjangkau sekitar Rp. 15 ribu.

5. Martabak San Fransisco

Rekomendasi terakhir adalah franchise camilan manis dan asin yakni martabak. Dari namanya mungkin Anda akan salah paham dan berpikir jika ini adalah franchise luar. Martabak San Fransisco merupakan franshice asli Indonesia yang sudah eksis sejak sangat lama sejak tahun 1965.

Martabak ini membangun pusat bisnis mereka di Bandung dan kemudian menyebarkannya ke Jabodetabek hingga seluruh Indonesia. Modal membangun bisnis ini sekitar Rp. 90 juta.