Kumpulan Waralaba (Franchise) Makanan Terbaru 20202020-02-17T05:12:15+00:00
Loading...


Jika kamu mau berbisnis dibidang makanan, maka langkah yang kamu pilih sebenarnya sudah tepat. Makanan, baik makanan berat ataupun ringan adalah jenis bidang usaha yang tidak pernah sepi. Bahkan dari waktu ke waktu selalu muncul jenis makanan baru yang cukup mudah untuk diterima masyarakat.

Namun agar bisnis ini bisa berjalan dengan lancar, ada baiknya kamu sudah mengenal dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Termasuk ketika kamu memilih untuk mencoba franchise makanan.

Rekomendasi Waralaba Makanan Paling Laris

Namun jika kamu belum memiliki ide atau jenis makanan yang hendak dipilih, maka 5 rekomendasi makanan paling laris ini patut untuk anda perhitungkan. Beberapa rekomendasi dibawah ini juga menjadi franchise atau waralaba makanan yang paling banyak diburu orang.

1. Makanan Ringan

Meskipun bukan menjadi makanan utama atau hanya digunakan sebagai cemilan, namun makanan ringan seperti gorengan dan aneka snack menjadi salah satu jenis yang paling banyak dicari orang, ini bisaanya selalu digunakan sebagai teman dikala nongkrong atau menonton televisi.

Coba perhatikan, baik dikala sendirian atau berkumpul, biasanya makanan ringan akan menjadi teman setia banyak orang. Menjual makanan ringan menjadi salah satu ide tepat untuk kamu lakukan. Tugas kamu sekarang harus mencari model makanan yang dibutuhkan banyak orang.

2. Makanan Korea

Selain trend makanan lokal yang tinggi, makanan dari negara lain juga cukup digemari oleh orang Indonesia, selain Korea, negara lain seperti Jepang juga cukup diminati banyak orang.

Terkait trend makanan Korea sendiri sebenarnya sangat dipengaruhi oleh banyaknya masyarakat yang suka dengan Kpop dan juga lagu Korea. Hal inilah yang membuat makanan khas Korea seperti Tteokbokki, Kimbab, Gyoza, Bibimbap, dan lain sebagainya begitu di idam-idamkan.

3. Makanan Jepang

Seperti yang sudah kami sebutkan diatas bahwa selain Korea, Jepang juga menjadi salah satu negara yang memiliki fans cukup banyak di Indonesia, hal ini membuat hal apapun terkait Jepang begitu disukai, dalam hal ini termasuk makanannya.

Jika kamu ingin mencoba peruntungan dengan melakukan franchise makanan Jepang, beberapa makanan khas seperti Sushi, Sashimi, Onigiri, Udon, Dorayaki, Mochi, dan Takoyaki adalah makanan yang cukup disukai oleh masyarakat Indonesia.

4. Makanan Beku

Bisnis walaba makanan yang paling diminati di Indonesia selanjutnya adalah makanan beku seperti Nugget, Sosis, Bakso, Risol, dan lain sebagainya mungkin bisa menjadi solusi.

Namun sebelum lebih jauh memilih salah satu dari makan beku yang hendak kamu jadikan sebagai bisnis, pastikan makanan tersebut aman secara kesehatan sehingga tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

5. Makanan Bayi

Mungkin banyak yang tidak kepikiran kalau makan bayi adalah salah satu jenis franchise yang cukup menggiurkan, bahkan sudah banyak kisah sukses yang terjadi dalam bidang bisnis satu ini.

Agar rintisan usaha yang hendak kamu bangun ini lebih maksimal, pastikan selalu mengenal seluk beluk mengeni makanan bayi, tidak hanya trend makanan yang disukai, namun juga informasi terkait kesehatan dan kandungan didalamnya.

7 Tips Mencari Franchise Makanan

Waralaba makanan adalah salah satu jenis peluang usaha yang banyak dicari, lantaran makanan sendiri merupakan kebutuhan utama semua orang dan tidak pernah sepi peminat. Gaya hidup masyarakat yang padat justru membuat trend usaha makanan kian meningkat.

Kami yakin, niat anda mencari waralaba (frainchise) disini sebagai lahan untuk mencari nafkah. Namun anda juga harus tahu ada tantangan dan resiko yang menyertainya.

Memang waralaba merupakan sebuah jalan mudah untuk mendapatkan usaha yang sudah memiliki prospek bagus, namun kita juga tidak bisa menutup mata terhadap banyaknya orang memanfaatkan model ini sebagai jalan untuk mendapatkan uang tanpa memberikan benefit yang lebih kepada pewaralaba atau pembeli waralaba.

Selain menghadirkan beberap informasi mengenai franchise makanan yang bisa anda akses melalui postingan diatas, kami juga akan memberikan beberapa tips agar anda tidak memilih peluang yang salah.

1. Melihat Umur

Tips pertama yang kami sarankan adalah melihat usia dari model waralaba yang hendak anda adopsi. Memang ini bukan satu-satunya indikator, namun umur bisa menjadi salah satu bukti bahwa usaha tersebut memiliki kinerja bagus sehingga bisa bertahan dari tahun ke tahun.

Lalu berapa umur waralaba yang ideal? Menurut kami usia ideal sebuah waralaba sendiri adalah 5 tahun. Diusia ini biasanya sebuah bisnis sudah melalui berbagai macam rintangan mulai dari cara produksi, strategi pemasaran, kualitas SDM, keuangan, dan lain sebagainya.

2. Izin Usaha

Usaha yang sudah resmi saja banyak memiliki masalah, bersaing dengan kopetitor misalnya. Lalu bagaimana jika usaha makanan tersebut tidak memiliki izin? Sebagai pewaralaba tentu kamu akan menemui banyak hambatan.

Hal seperti ini harus kamu pastikan sejak awal, tanyakan kelegalan terkait waralaba makanan yang mereka tawarkan. Jangan sampai permasalahan izin dan juga dokumen kelegalan lainnya membuat kamu menanggung banyak hambatan.

3. Lihat Prospeknya

Usaha dibidang makanan memang memiliki prospek yang bagus, namun hal ini tidak terjadi pada semua bidang usaha makanan lo yaa. Beberapa usaha dibidang makanan justru mengalami gulung tikar karena sudah tidak sesuai dengan minat masyarakat.

Tips ketiga ini bisa kamu jadikan sebagai cara untuk mendeteksi sebuah bisnis yang baru seumur jagung namun memiliki prospek bagus. Coba lihat, seberapa banyak cabang yang mereka buka, dan bagaimana kondisi masing-masing cabang tersebut?

Jika franchise tersebut memiliki banyak cabang yang berhasil, meskipun baru seumur jagung, kamu bisa merekomendasikannya.

4. Melihat Biaya Waralaba

Setiap orang pasti menginginkan sebuah waralaba yang memiliki biaya murah, namun fakta dilapangan, soal biaya sendiri variatif, ada yang beberapa juta saja dan ada juga yang puluhan, bahkan ratusan. Waralaba makanan murah bukan sesuatu yang harus kamu dapatkan, karena biaya sendiri sebenarnya berkaitan dengan seberapa bagus usaha yang sedang kamu cari.

Semakin bagus waralaba yang ditawarkan, biasanya biaya royalty juga akan semakin mahal. Dan biaya ini tidak bisa dilakukan pengembalian, dalam artian jika kamu sudah membeli, uang tersebut akan menjadi hak franchisor.

Untuk menghindari hal ini, pastikan memang biaya tersebut sesuai dengan nilai produk yang ditawarkan. Kamu bisa melihatnya melalui form agrement.

5. Cek Laporan Keuangannya

Membeli waralaba yang profitable adalah dambaan semua orang, untuk mewujudkan hal ini salah satunya dengan melihat laporan keuangan dari pemilik usaha. Kamu bisa melihat laporan arus kas, laporan laba rugi, dan juga pos-pos penting lainnya.

Cek juga apakah rincian laporan keuangan tersebut sesuai fakta atau tidak, karena beberapa pemilik usaha ada yang melakukan modifikasi terkait hal ini untuk mengelabui calon pembeli franchisee. Salah satunya dengan membandingkan harga-harga yang tertera dengan harga yang ada sekarang ini.

6. Bagaimana Prosesnya?

Meskipun kamu membeli franchise, namun bukan berarti kamu juga bisa langsung menjalankan usaha ini tanpa tantangan. Perlu kamu tahu bahwa transfer SDM itu bukan perkara yang mudah, bagaimana proses waralaba adalah salah satu yang harus diperhatikan untuk memastikan semuanya bisa berjalan dengan lancar.

Biasanya warala yang bagus memiliki serangkaian proses dimuali dari traning awal, pengecekan kualitas produk yang dijual, dan sebagainya. Jika proses semcam ini ada, maka franchise tersebut bisa kamu pertimbangkan.

7. Apakah Bisnis Tersebut Cocok?

Ini adalah pertanyaan terakhir yang tidak kalah penting, yaitu memastikan bahwa usaha waralaba yang hendak kamu beli cocok dengan lokasi yang akan kamu bangun. Dengan begitu, miss strategi bisa kita milimanisir sejak awal dan usaha bisa berjalan dengan lancar.